Sabtu, 12 Februari 2011

Mubarak Mundur, Kabur, atau Akan Tetap Bermain di Belakang Layar?



Berita yang menggembirakan saat Wakil Presiden Omar Suleiman menyampaikan bahwa Presiden Mubarak resmi dinyatakan mundur. Kalimat saya mbulet yah. Ya memang pernyataan mereka juga mbulet. Mengapa harus Wapresnya yang menyampaikan itu? Kok bukan Pak Presidennya langsung yang menyatakan mundur?

Saya jadi bertanya-tanya. Banyak pertanyaan:
Presiden Mubarak benar-benar mundur?
Atau dia sudah kabur?
Atau pura-pura mundur, karena akan tetap bermain di belakang layar, bersama “orang-orang yang ada di belakangnya” selama ini?
Saya tidak tahu. Kita lihat saja nanti.

--oOo--

Mari kita bahas mengenai Mubarak, dan orang-orang di belakangnya. Ini sangat menarik.

Silakan Anda membaca dahulu mengenai Sepak Terjang Mubarak Selama Berkuasa dari Republika.
Cermati baik-baik kesimpulan Reuters tentang karir Mubarak. Ini dia:

1. Mubarak berkuasa sejak 1981. Ia sebelumnya menjabat wakil presiden. Ketika Presiden Anwar Sadat dibunuh dalam parade militer, Mubarak berhasil lolos dengan luka ringan.
Sebuah awal yang aneh dari pemerintahan Mubarak. Ia terpilih menjadi presiden karena menggantikan Presiden sebelumnya yang tewas dibunuh. Reuters menegaskan keanehan ini dengan kata-kata: “Mubarak berhasil lolos dengan luka ringan.”

2. Pada 1981, Mubarak menerapkan hukum darurat di Mesir yang membuat kekuasaan polisi sangat luas. Ini untuk mencegah demonstrasi dan organisasi politik lainya tumbuh subur, terutama organisasi Islam.
“Terutama organisasi Islam.” Apakah Mubarak takut dengan organisasi Islam? Apakah Anda tahu, siapakah yang paling takut dengan Islam? Sepertinya Mubarak berada di dalamnya, di dalam orang-orang yang merasa terancam oleh Islam.

3. Salah satu langkah awal Mubarak saat berkuasa adalah Mesir tetap setia pada perjanjian Israel 1979. Mesir menjadi negara Arab pertama yang berdamai dengan Israel.
Yang paling takut dengan kekuatan Islam adalah Israel, bukankah begitu? Berkat Mubarak, Mesir dan Israel berdamai yah? Benar-benar “berdamai”. Damai dalam artian apa? Bekerjasama adalah salah satu bentuk damai. Bekerjasama dalam hal apa? Anda akan tahu selanjutnya.

4. Mubarak menjadi mediator utama dalam proses perdamaian Arab-Israel. Ia menjadi sekutu terkuat Amerika Serikat di Timur Tengah. AS mensuplai militer Mesir dengan bantuan miliaran dolar AS per tahun demi menjaga hubungan baik dengan Israel.
Sudah tidak terlalu bagus Mesir “berdamai” dengan Israel. Ditambah lagi dengan Mubarak bersekutu dengan USA, bersekutu di bidang militer. “Demi menjaga hubungan baik dengan Israel.” Sebegitu takutkah Mubarak pada Israel? Atau Mubarak memang benar-benar menjadi budak Israel? USA adalah sekutu Israel. Berarti Mubarak jelas-jelas bersekutu dengan Israel. You got it?
Anda tahu Israel itu apa? Israel jelas-jelas bidak Illuminati.



5. Dekade 1990-an, kelompok militan Mesir berupaya menjungkalkan Mubarak dan mendirikan negara Islam. Kelompok bersenjata menyerang polisi, membunuh politisi dan membunuh turis-turis yang datang ke lokasi wisata Mesir. Pada 1995, kelompok yang sama gagal membunuh Mubarak saat ia berkunjung ke Etiopia.
Tidak akan semudah itu, jika di balik perilaku Mubarak adalah USA dan Israel.

6. Mubarak membalas rencana bunuh diri itu dengan menangkap ribuan orang pada 1997.
Mubarak menunjukkan kekuatannya, siapa dia sebenarnya! Budak Israel bukan yah? J

7. Selama berkuasa, Mubarak mementingkan stabilitas dalam negeri. Ia melakukan hal ini dengan berbagai cara, termasuk melanggar HAM. Rezimnya juga dikenal korup.
Saya tidak begitu paham dengan stabilitas dalam negeri. Yang saya tahu, dengan stabilitas dalam negeri, maka akan dengan mudah mengubah keadaan Negara, mengubah sesuai apa yang Mubarak inginkan. Diktaktor? Sudah terlihat jelas. Korupsipun menjadi wajib.

8. Pemerintahan Mubarak menyubsidi roti, minyak goreng, dan BBM.
Hmmmmmmmm……..

9. Mubarak mengakali konstitusi Mesir dengan melarang partai politik berlandaskan agama ikut pemilu. Ini untuk mencegah Ikhwanul Muslimin masuk ke pemerintahan dan terlibat di politik.
Alhamdulillah kita berada di Indonesia, Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi sila utama. Melarang partai politik berlandaskan agama? Hei! Mubarak benar-benar takut dan merasa terancam dengan Islam!

10 Mubarak sudah tiga kali terpilih menjadi presiden Mesir. Dalam satu referendum, ia memenangkan 90 persen suara rakyat.
Wow. Fantastis!

11. Pada 2005, untuk pertama kalinya Mubarak mengizinkan Pemilihan Presiden dengan kandidat lebih dari satu. Tapi dalam pilpres ini ia menang mudah atas 10 capres lainnya, dan menimbulkan dugaan kalau Mubarka mencurangi pemilu.
Mubarak punya kartu joker di sakunya, jadi dia sudah yakin menang lagi. Jangan lupa, kan ada USA dan Israel di belakang dia.

12. Dalam pemilu untuk parlemen, secara mengejutkan Ikhwanul Muslimin memenangi mayoritas kursi parlemen. Mubarak membalas hal ini dengan sabotase politik seperti mematikan partai lain, menangkap capres lawannya Ayman Nour. Dan meminta polisi menangkap dan menahan ribuan anggota Ikhwanul Muslimin.
Tidak Spotif. Curang. Haus kekuasaan. Diktaktor. Dan takut dengan Islam. Kalau Mubarak nggak jadi presiden lagi, bisa rugi nanti si USA dan Israel.

13. Mubarak sudah berkuasa nyaris 30 tahun lamanya. Ini adalah masa terpanjang seorang presiden di Mesir, dalam 150 tahun terakhir.
Hmm.. Firaun Mesir berikutnya?

Dan akhirnya Mubarak mundur secara aneh (bagi saya).

--oOo--

Selamat kepada warga mesir yang telah terbebas dari Mubarak. Terbebas secara fisik dan yang dapat terlihat saja, namun belum tentu terbebas dari apa-apa yang “tidak terlihat”, pikiran dan mind set. Seperti VOC yang telah mewarisi pemikiran duniawi mereka pada rakyat Indonesia.

Saya tidak terlalu bisa ikut senang, karena semuanya masih terasa aneh.
Saya menemukan kartu ini. Power to the People.
Jika Mesir yang dimaksud sebagai contoh People Power, apakah salah satu goal/tujuan Illuminati sudah tercapai? Dengan begini tujuan mereka berikutnya dapat mudah dijalankan.

People Power benar-benar kekuatan manusia untuk menggulingkan pemerintahan. Tindakan anarkis dan tidak manusiawi yang akan dilakukan. Dari tindakan-tindakan emosional itulah akan mudah disusupi orang-orang yang meninginkan kepentingan-kepentingan tertentu.
People power sudah dilihat oleh dunia. Rakyat Mesir telah membuktikan bahwa 18 hari adalah waktu yang cukup untuk menggulingkan Presiden. Jika negara lain mau, mungkin mereka bisa juga melakukannya di negaranya sendiri, meruntuhkan pemerintahan dengan People Power, keanarkisan dan ketidakmanusiaan. Itulah yang diinginkan "mereka". Kehancuran dunia dan kehancuran Islam.

Di Indonesia sudah terjadi pertama kalinya di era New Order atau Orde Baru Presiden Soeharto. Untuk kedua kalinya bisa saja terjadi. Dengan uang, semua buta. Dengan uang, People Power (dalam hal ini anarkis, brutal dan tidak manusiawi) bisa terjadi dan mudah diatur. Itulah warisan yang saya maksud, warisan dari VOC. "Asal ada uang, saya mau jadi budakmu,"

Dan kita bukanlah budak. Kita bisa mengubah dunia yang bobrok ini, menjadi dunia yang lebih baik.
Afif Zakariya Web Developer

Afif Zakariya seorang mahasiswa arsitektur yang memiliki hobi travelling, membaca, berenang, dan menulis blog. Dia bercita-cita untuk menguasai dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar