Selasa, 08 Februari 2011

Pokemon Animalia: Part 4 - Edisi Hewan Merayap



Pokemon Animalia bagian keempat EDISI HEWAN MERAYAP!

1. Kupu-kupu Swallowtail - Beautifly
Photobucket
Beautifly terinspirasi dari Kupu-kupu Swallowtail, yang nampak jelas pada sayap bawahnya yang berekor. Kupu-kupu swallowtail memperoleh namanya dari perpanjangan sayap belakangnya yang menyerupai ekor. “Ekor” pada sayapnya dapat mengalihkan perhatian predator dari bagian kepala Swallowtail yang lemah. Swallowtail adalah penerbang cepat yang hidup di padang rumput dan hutan basah. Sebagian Swallowtail betina dapat bertelur lebih dari 500 butir.


2. Kalajengking - Skorupi
Photobucket
Skorupi terinspirasi dari Kalajengking. Kalajengking menangkap serangga dan laba-laba dengan pedipalpus, yang telah berkembang menjadi organ penjepit besar. Kalajengking besar juga memakan kadal dan tikus. Kalajengking menggunakan sengatnya terutama untuk pertahanan diri. Beberapa jenis kalajengking mempunyai bisa yang cukup kuat untuk membunuh manusia. Kalajengking mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat dengan baik.


3. Ngengat Atlas - Volcarona
Photobucket
Volcarona terinspirasi dari ngengat atlas. Ngengat berwarna merah ini adalah salah satu yang ukuran tubuhnya terbesar di dunia. Kebanyakan ngengat atlas memiliki bagian transparan pada sayap dan antenna yang berbulu. Ulat ngengat atlas dengan tubuh ditutupi serbuk berwarna putih memakan daun-daunan. Ngengat atlas memiliki garis-garis yang terlihat jelas di ujung sayapnya, itu terlihat seperti ular sehingga musuh akan menghindar.


4. Kumbang Badak Jepang - Heracross
Photobucket
Heracross terinspirasi dari bentukan Kumbang badak lebih tepatnya kumbang Badak Jepang. Dengan tanduknya yang panjang, kumbang badak mampu mengangkat beban hingga 850 kali berat tubuhnya. Pada musim kawin, tanduknya digunakan sebagai senjata untuk melawan jantan saingannya dalam perebutan kumbang betina.


5. Ngengat Kapas - Masquerain
Photobucket
Masquerain terinspirasi dari Ngengat kapas yang memiliki bintik mata pada sayapnya. Bintik matanya dapat menipu predator sehingga ngengat ini dikira sebagai binatang yang lebih besar. Jenis ini adalah anggota dari salah satu family ngengat yang memiliki jumlah spesies paling banyak. Kebanyakan dari mereka terbang di malam hari dan memiliki pola dan warna yang pucat. Ulat ngengat kapas memakan polong biji kapas dan dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman kapas.


6. Belalang Sembah - Scyther
Photobucket
Belalang sembah memperoleh namanya dari caranya mengangkat kaki depannya secara bersamaan seperti orang yang sedang berdoa. Belalang sembah betina diketahui suka menyerang bahkan memakan jantannya saat kawin. Belalang sembah memiliki enam kaki, dua kaki di depannya adalah alat untuk berburu dan menyerang dengan cepat, sedangkan empat kaki di belakangnya digunakan untuk berjalan dan berpegangan pada ranting dan cabang pohon.


7. Ngengat Oleander Sphinx - Dustox
Photobucket
Dustox terinspirasi dari Ngengat oleander Sphinx yang memiliki pola, warna dan ketajaman sayap yang sama. Ngengat oleander sphinx dikenal juga dengan sebutan ngengat elang, memiliki tubuh yang besar serta sayap yang panjang dan sempit. Ulat oleander bertubuh gemuk dengan ukuran yang mencapai 15 cm. Ulat itu memakan tumbuhan seperti semak tumbuhan oleander.


8. Kumbang Kepik Oranye - Ledyba
Photobucket
Ledyba terinspirasi dari Kumbang kepik oranye. Tubuh kumbang kepik yang berwarna mencolok memperingatkanpredator bahwa rasa tubuhnya tidak enak dan mungkin beracun. Makanan kumbang kepik adalah aphid, sejenis hama tanaman. Kumbang kepik sering berhibernasi di musim dingin, berkumpul bersama di dalam lubang yang terlindung.


9. Kupu-kupu Kubis - Butterfree
Photobucket
Butterfree terinspirasi dari Kupu-kupu kubis putih. Tidak seperti kebanyakan kupu-kupu, kupu-kupu kubis memiliki kaki depan yang berkembang dengan baik, yang digunakannya untuk berjalan. Kupu-kupu kubis dewasa memakan nectar, tetapi ulatnya memakan tanaman pertanian berdaun seperti kubis dan lobak. Kupu-kupu kubis jantan memiliki satu bintik hitam di tiap sayap depannya, sedangkan yang betina memiliki dua bintik tiap sayapnya.


10. Laba-laba Pelompat – Ariados
Photobucket
Ariados terinspirasi dari salah satu jenis laba-laba pelompat yaitu Formicaria Myrmarachne yang berbentuk seperti semut. Ini adalah salah satu dari sedikit spesies Myrmarachne, genus yang ditemukan di luar daerah tropis. Laba-laba pelompat sendiri mengikat dirinya ke suatu permukaan menggunakan sehelai benang sutra. Ia lalu berayun dan melompat kea rah mangsa dengan keempat kaki belakangnya. Sebagian laba-laba pelompat dapat melompat setinggi 40 kali ukuran tubuhnya.


Source:
Hewan Merayap, Seri Intisari Ilmu, Penerbit Erlangga For Kids
Bulbapedia, Wikipedia, dan Google.


Note:
Teman-teman ingin tahu bagaimana keadaan hewan di Indonesia? Banyak hewan Indonesia yang berstatus Endangered bahkan Critically Endangered. Silakan kunjungi WWF Indonesia. Teman-teman bisa mendonasikan sedikit dana agar pelestarian Hewan Indonesia dapat terus diperjuangkan. Ubahlah Dunia!

Afif Fajar Zakariya
Afif Zakariya Web Developer

Afif Zakariya seorang mahasiswa arsitektur yang memiliki hobi travelling, membaca, berenang, dan menulis blog. Dia bercita-cita untuk menguasai dunia.

5 komentar:

  1. mampir fif..
    jerboa mirip raichu..

    BalasHapus
  2. monggo pinarak, du

    iyo, mirip,
    ngkuk tak tambah raicu :D

    BalasHapus
  3. Judulnya salah tuh, yang bener edisi serangga, bukan hewan merayap karena kalau merayap asosiasi kita pada reptil macam buaya, cecak, ular, dsb. Nice afterall... :)

    BalasHapus
  4. haha, saya ingin mengubah image hewan merayap yang terbatas pada reptil, paman

    kalajengking, cacing, laba-laba, bekicot, juga berjalan dengan merayap.

    mungkin lebih pas lagi, judulnya edisi artropoda :D

    BalasHapus
  5. tambah lagi,capung jarum kayaknya untuk FLYGON

    BalasHapus