Selasa, 15 Februari 2011

Revolusi Mesir, Grammy Awards, dan Okultisme


Saya menemukan sesuatu yang sangat ingin saya bagikan kepada Anda semua. "Ada hubungan yang saya lihat antara Revolusi Mesir, Grammy Awards, dan Okultisme. Jika ditelusuri sedikit lebih dalam, ternyata hubungan kesemuanya terlihat sangat jelas!" Pikiran-pikiran itu sekarang sedang saya coba untuk diramu dalam artikel blog ini. Semoga tersampaikan dengan baik.
--oOo--


Baik, saya mulai dari Grammy Awards ke 53 tahun 2011 yang baru saja berlangsung. Anda sudah membaca artikel saya tentang Logo Grammys ? Di bagian akhir saya sedikit mengomentari tentang logo Grammy Tahun ini.

Nah, ijinkan saya untuk sedikit mencoba menganalisis dengan cara Vigilantcitizen ya :D. Sedikit saja yang saya ketahui.

Saya tertarik dengan logo Grammy tahun ini yang mengambil motif bulu merak mengelilingi trophy Grammy, membentuk suatu lingkaran cahaya matahari. Merak sendiri dalam mitosnya, merupakan perlambangan wujud burung api yang tak bisa mati, yaitu burung Phoenix. Sehingga sedikit kesimpulan yang bisa saya berikan adalah: Grammy Awards ke 53 tahun 2011 ini, dipersembahkan kepada Dewa Matahari, dengan kata lain merupakan suatu ritual pemujaan kepada Dewa Ra.

Jadi ingat, konsepnya adalah api, panas, cahaya matahari. Itu bisa kita temukan di Grammy, inilah beberapa yang saya temukan dari Grammy yang saya saksikan (kemarin). Beberapa saja ya.

1. Opening Grammy menurut saya cukup keren, suatu sajian musik yang sangat mahal. Namun pertama kali saya lihat, adalah ada yang aneh. Dari kelima penyanyi, hanya satu yang berbeda warna kostum. Jika keempat penyanyi berkostum hitam-hitam, ia berkostum warna karamel dengan rambut merahnya. Dalam Desain Matra itu disebut kecengkahan. Namun kecengkahan jelas ada maksudnya. Pada awalnya saya tidak begitu paham maksud dari kecengkahan kostum itu, namun setelah menonton Grammy lebih lanjut saya akhirnya sedikit tahu, bahwa kecengkahan disitu adalah percikan api kecil

2. Penampilan dari Muse benar-benar sangat dalam maknanya. Sedikit keywords yang saya tangkap pada penampilannya adalah: Tindakan anarkis, Perampokan bank, Membakar uang, People Power (nanti kita bahas ini lagi), dan API! Api yang sangat banyak. Dari perform Muse ini, kita pertama kali melihat wujud api berkobar di Grammy Awards.

 People Power   dan   Api yang Besar
pada Penampilan Muse

3. Kita bisa melihat API lagi pada penampilan Rihanna. Kita bisa melihatnya dua kali. Saat Rihanna berduet dengan Eminem, api terlihat pada layar. Yang kedua saat Rihanna berduet dengan Drake, benar-benar api asli, api unggun.
 Api! Rihanna dan Eminem

Api! Rihanna dan Drake

4. Pengumuman Grammy yang terakhir yaitu Album of the Year membuat saya kaget lagi. WHO'S THE WINNER OF ALBUM OF THE YEAR? Tentu saja yang berhubungan dengan API!. Ya, Arcade Fire memenangkan kategori terbesar di Grammy. Arcade FIRE!? Arcade FIRE pun menutup acara Grammy dengan penampilan kedua mereka. Grammy tahun ini dipersembahkan untuk sang api.



5. Namun masih ada yang mengganjal di pikiran saya. Tentang penampilan Lady Gaga. Gaga menampilkan lagu terbarunya yang berjudul "Born This Way". Entahlah situs Vigilantcitizen sepertinya akan membahas tentang itu.

First Conclusion: Jadi dari Grammy sudah sedikit terlihat jelas, bahwa konsep acara mereka adalah matahari, cahaya, dan tentu saja API.

Lalu apa?

--oOo--


Kita beranjak ke Mesir, namun lihatlah dulu gambar-gambar ini. Slide dari performance Muse:

 Second Conclusion: Salah satu GOAL Illuminati: POWER TO THE PEOPLE telah TERCAPAI!!!

--oOo--

Jika Anda membaca artikel saya sebelumnya yang berjudul "Mubarak Mundur, Kabur, atau Akan Tetap Bermain di Belakang Layar?", Anda akan membaca kekhawatiran saya tentang People Power dalam hal ini adalah kebrutalan, keanarkisan, dan ketidakmanusiaan.

Baiklah saya tunjukkan beberapa contoh Power to the People akhir-akhir ini, terlepas itu anarkisme maupun minim kebrutalan:
1. Revolusi Tunisia

2. Revolusi Mesir


3. Terdengar kabar, di Iran, Aljazair, Yaman, Bahrain, mulai bergejolak, setelah dunia melihat "People to the Power" yang disajikan di Mesir.

Setelah Mesir, sekarang giliran Bahrain, Iran dan Yaman yang bergolak
Revolusi Mesir ‘Menular’ ke Yaman, Aljazair, dan Iran
Setelah Mesir, Rakyat Yaman dan Aljazair Ingin Perubahan
dan lain sebagainya.

4. Bibit-bibit "People to the Power" di Indonesia, dalam hal ini yang saya soroti adalah FPI.
FPI: Bubarkan Ahmadiyah atau Revolusi

--oOo--


APAKAH "mereka" BERHASIL?! Berhasil membuat negara-negara Muslim porak-poranda seperti ini?

Third Conclusion:
Tidak. Kita bisa ubah itu! Sebarkanlah kedamaian dan kasih sayang.
Bukankah ALLAH itu MAHA PENGASIH DAN MAHA PENYAYANG?
Bismillahirrohmanirrohim... Kata-kata ini yang setiap hari kita ucapkan harus benar-benar kita amalkan. Kita sebarkan kebaikan, tanpa perlu bertindak anarkis. Ini bukan jaman jahilliyah, dan tidak sepatutnya kita berperilaku seperti orang-orang jahil. Kita lebih beradab, kita punya banyak cara-cara yang lebih baik.

Kita harus lebih pintar lagi menanggapi informasi. Kita harus lebih kritis, berpikir dan lebih memahami suatu peristiwa, agar bangsa kita tidak selalu dibodoh-bodohi seperti ini!
Lakukan sesuatu, sekarang! Sebarkanlah kebaikan, sebarkanlah kebenaran, sebarkanlah kasih dan sayang.

--oOo--

Anda ingin mengubah dunia yang RUSAK ini SEKARANG? Atau Anda masih MENUNGGU mengubah diri Anda dulu menjadi diri yang Anda inginkan, dan akan terus berkata nanti dan NANTI saja untuk mengubah dunia?
Saran saya, lakukan perbaikan dunia SEKARANG.
Afif Zakariya Web Developer

Afif Zakariya seorang mahasiswa arsitektur yang memiliki hobi travelling, membaca, berenang, dan menulis blog. Dia bercita-cita untuk menguasai dunia.

4 komentar:

  1. bang afif.. ni referensinya dari vigilantcitizent aka THELIGHT?
    buat yg slidenya muse.. aq gk nangkep sedikitpun >.<
    bisa diperjelas tah?

    BalasHapus
  2. ifa nih pep..
    setauku kok muse itu yg paling menentang soal iluminati yak??
    dari lirik lagunya yg critanya mereka ingin bebas..
    *aku lupa lagu yg mana*
    =__=

    BalasHapus
  3. Terima kasih komentarnya Anonymus dan Ipeh :D

    ya,saya hanya menampilkan foto slide saat Muse perform. slide itu menampilkan kepalan banyak tangan, seperti kartu Illuminati "Power to the People" yang telah saya jelaskan pada artikel sebelumnya.

    memang Muse adalah artis yang jelas-jelas menentang Illuminati. Kalau tidak salah: Muse membuat simbol Freemason dengan tangannya saat dia bernyanyi dengan kata2 "They Will Not Contol Us" di Grammy kemaren.

    Tapi yang namanya Grammys, milik "mereka", sebegitu besar pengaruh "mereka", performance Muse yang bisa dibilang anti-Illuminati bisa diubah menjadi pro.

    Yah, entahlah. yang jelas kebenaran hanya milik ALLAH SWT. Na'udzubiLLAH min assyaitonirrojim..


    -Afif Fajar Zakariya

    BalasHapus
  4. Nice Info, aku emang slalu trtarik dg dunia ILLIMINATI, OCULTISME, FREEMASON dll lah pokoknya, apalagi Lady Gaga itu lho hmmmm g henti2 nyebar symbol2 Kambing d Video klipnya.

    BalasHapus