Minggu, 08 Agustus 2010

Saya dan Badut McDonald's


Inilah kali pertama, saya menulis Blogger. Semoga apa yg saya sampaikan sekarang ataupun nanti, bisa bermanfaat bagi teman-teman sekalian.

(MejaBelajarKesayangan, 17 Nov 2009, 21:32:49, 'Moody')

Disela-sela pengerjaan tugas GA (yang akan dikumpulkan besok) dan kerasnya suara ceramah dari masjid sebelah, saya jadi teringat tentang masa kecil saya yang menyeramkan.

Yah... Kejadian ini terjadi sekitar 10tahun yg lalu.

Saat itu saya diajak orangtua saya, jalan-jalan ke McD (sebelah Sarinah Malang). Kebetulan di sana ada sebuah event. Ramai sekali. Di tengah kerumunan anak kecil-dan orangtua mereka tentunya, terlihat Ronald-tokoh badut McD, sedang membagikan balon gratis. Saya sangat menginginkan balon berwarna ungu bergambar es krim yang sedang ia pegang. Saya bermaksud meminta balon dengan mendekati badut itu. Saya mendekat dan saya tepat di depan dia sekarang. Badut itu kemudian menatap ke arah tubuh mungil saya sambil tersenyum aneh. Entah kenapa- refleks-seketika saya berlari menjauhi dia sambil menangis menuju orangtua saya, tanpa mendapatkan balon itu.

Yang perlu saya garis bawahi adalah kata 'Entah kenapa'. Mungkinkah ini naluri anak kecil? Atau insting untuk mempertahankan diri?

Jujur, kalau saya mengingat kejadian ini, saya masih merasakan ada yang janggal pada tokoh Ronald tsb.

Coba Anda perhatikan baik-baik. Rambutnya berwarna merah menyala seperti setan. Make upnya putih dengan lipstik merah membentuk senyuman sinis dan tidak ikhlas spt Mr.Penguin musuh Batman. Kostumnya juga parah, dengan dasar putih ber-strip merah seperti tahanan Interpol. Betapa menyeramkan si Ronald ini, bukan?

Saya tidak mengerti, mengapa anak-anak lainnya malah suka dekat-dekat dgn badut horor itu? Apakah mereka tidak melihat bahwa badut itu berbahaya? Hiii....
Afif Zakariya Web Developer

Afif Zakariya seorang mahasiswa arsitektur yang memiliki hobi travelling, membaca, berenang, dan menulis blog. Dia bercita-cita untuk menguasai dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar